Systera

Kenapa Website Anda Tidak Closing? 7 Checklist UX Conversion

Website yang cantik belum tentu jualan. 7 checklist audit UX yang wajib Anda cek — dari atas sampai bawah — sebelum invest di ads atau SEO.

Yusuf Ginanjar
4 min baca

Website cantik tidak sama dengan website yang jualan. Sering kami ketemu klien yang sudah invest puluhan juta di design, tapi conversion rate stuck di bawah 1%.

Sebelum tambah ads budget atau mulai SEO campaign, audit 7 hal ini. Urut dari atas halaman ke bawah.

1. Hero harus jawab 3 pertanyaan dalam 3 detik

Visitor baru datang punya 3 pertanyaan di kepala:

  1. Apa ini? (produk/jasa)
  2. Untuk siapa? (target audience)
  3. Kenapa saya harus lanjut baca? (value proposition)

Kalau visitor harus scroll atau baca 2 paragraf untuk jawab 3 pertanyaan ini, hero Anda gagal. Contoh yang bagus:

"Sistem digital yang closing untuk Anda. Website, booking, dashboard, AI — satu arsitektur, satu tanggung jawab. Untuk UMKM Indonesia."

3 pertanyaan, 1 kalimat. Done.

Cara test: tunjukkan hero ke 5 orang yang belum tahu bisnis Anda. Tanya mereka 3 pertanyaan di atas. Kalau kurang dari 4 dari 5 jawab benar dalam 5 detik, rewrite.

2. Primary CTA harus satu, dan dominan

Satu halaman = satu action. Mau konsultasi? Book demo? Download panduan? Pilih satu.

Tombol primary CTA harus:

  • Warna kontras tinggi dengan latar (amber di slate, hitam di putih)
  • Label action-oriented ("Konsultasi Gratis", bukan "Submit" atau "Learn More")
  • Di fold pertama + repeat di section penting + final di bawah

Tombol secondary (WhatsApp, dll) OK — tapi visually less prominent. Jangan sama weight dengan primary.

3. Proof harus di-above-the-fold atau muncul cepat

Customer baru tidak percaya klaim Anda. Mereka butuh bukti:

  • Logo klien (kalau punya klien recognizable)
  • Testimonial dengan foto + nama + jabatan (bukan anonim)
  • Angka konkret ("3.5x booking", "40+ klien", "8 tahun experience")
  • Case study / portfolio visual

Website tanpa proof section di awal = claim saja. Credibility gap bikin visitor skeptical di setiap section selanjutnya.

4. Jelaskan proses — hilangkan "kotak hitam"

Salah satu objection terbesar: "Gimana prosesnya? Kalau saya contact, terus apa?"

Section "How It Works" menjawab ini. Ideal: 3-5 steps dengan timeline realistis. Contoh:

  1. Konsultasi 30 menit (gratis)
  2. Proposal + estimasi (3-5 hari kerja)
  3. Development (4-8 minggu)
  4. Launch + handover
  5. Support & iteration

Visitor yang tahu exactly what happens next lebih likely commit. Ambiguity = friction.

5. Form friction — audit field by field

Setiap field form adalah friction. Untuk setiap field, tanya: "Apakah informasi ini essential untuk step berikutnya, atau bisa ditunda?".

Yang essential untuk lead form:

  • Nama
  • Kontak (WA atau email — pilih satu jangan dua)
  • Nama bisnis / konteks

Yang tidak essential untuk first contact:

  • Jabatan
  • Revenue range
  • Industry (kecuali ini driver ke routing)
  • Pertanyaan panjang ("ceritakan kebutuhan Anda")

Kumpulkan data dalam, bukan di awal. 5-field form converts 2-3x lebih baik dari 10-field form.

6. Mobile performance — test dari 4G, bukan WiFi kantor

70%+ visitor UMKM Indonesia datang dari mobile. Jaringan 4G spotty. Website Anda harus:

  • LCP <2.5s di 4G (test via PageSpeed Insights dengan mobile config)
  • No heavy hero video autoplay (kill mobile data customer)
  • Image lazy-loaded dengan next-gen format (WebP/AVIF)
  • Font subset — hanya character yang dipakai, bukan full font file

Lambat = bounce. Bounce = lost conversion. Simple as that.

7. Exit intent — kasih alasan terakhir

Sebelum visitor close tab, beri 1 value terakhir. Options:

  • Newsletter hook: "Mau insight mingguan sistem digital untuk bisnis Anda?" + email form
  • Free resource: PDF checklist, template, mini-guide — relevan dengan produk
  • WhatsApp quick contact: low commitment vs full form

Exit intent bukan pop-up annoying — harus feel helpful. Kalau feels pushy, Anda kehilangan brand trust yang sudah dibangun di 6 checklist sebelumnya.

Prioritas kalau waktu terbatas

Dari 7 poin di atas, kalau Anda cuma punya 2 minggu untuk fix satu hal, prioritas:

  1. Hero clarity (checklist #1) — impact paling besar
  2. Primary CTA (checklist #2) — cheapest fix, impact tinggi
  3. Mobile performance (checklist #6) — kalau ini rusak, semua yang lain percuma

Next step

Audit website Anda sendiri pakai checklist ini. Catat skor (0-1 per checklist). Kalau skor kurang dari 5/7, before invest di ads or SEO, fix fundamental dulu.

Konsultasi gratis 30 menit — kami bisa bantu audit langsung kalau Anda butuh opini eksternal.

Lanjut baca: 5 Use-Case AI Customer Service — salah satu cara amplify conversion setelah fundamental UX Anda rapi.

Bagikan

Lanjutan

Artikel terkait

Bacaan lain yang mungkin relevan — pilih topik yang paling dekat dengan situasi bisnis Anda.

Newsletter

Insight mingguan untuk bisnis Anda

Praktis, tanpa fluff. Sistem digital, AI, conversion — langsung ke inbox Anda. Unsubscribe kapan saja.

Double opt-in • Tidak kami bagikan ke pihak ketiga • Unsubscribe kapan saja

Siap mulai?

Website Anda harusnya jualan 24/7.

Konsultasi gratis 30 menit. Kami bantu identifikasi sistem digital yang Anda butuhkan — tanpa kewajiban.

  • Gratis tanpa kewajiban
  • Respons dalam 24 jam
  • NDA tersedia